sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Indeks Kepercayaan Industri Turun ke 51,86 di Maret 2026, Masih di Jalur Ekspansi

Economics editor Nia Deviyana
01/04/2026 07:46 WIB
Perlambatan IKI pada Maret 2026 dipengaruhi faktor musiman yang lazim terjadi setiap periode setelah Hari Besar Keagamaan Nasional.
Indeks Kepercayaan Industri Turun ke 51,86 di Maret 2026, Masih di Jalur Ekspansi. Foto: iNews Media Group.
Indeks Kepercayaan Industri Turun ke 51,86 di Maret 2026, Masih di Jalur Ekspansi. Foto: iNews Media Group.

Di sisi lain, indikator global dan domestik menunjukkan sinyal campuran. Kinerja manufaktur Indonesia masih cukup kuat, tercermin dari PMI manufaktur yang mencapai 53,8 pada Februari 2026, level tertinggi dalam hampir dua tahun. 

Selain itu, ekspor industri pengolahan pada Januari 2026 tumbuh 8,19 persen (year-on-year) dengan kontribusi sebesar 83,52 persen terhadap total ekspor nasional.

Namun demikian, tekanan juga terlihat dari meningkatnya impor sebesar 18,21 persen (yoy), terutama untuk bahan baku dan barang modal, yang mencerminkan tingginya kebutuhan produksi dan investasi.

Sementara itu, surplus neraca perdagangan menyempit menjadi USD0,95 miliar akibat pertumbuhan impor yang lebih tinggi dibandingkan ekspor.

"Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, sebanyak 16 subsektor berada pada fase ekspansi dengan kontribusi mencapai 78,3 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas," ujar Febri.

Subsektor dengan kinerja tertinggi antara lain industri pencetakan dan reproduksi media rekaman (KBLI 18) serta industri kendaraan bermotor, trailer, dan semi trailer (KBLI 29). Sementara itu, tujuh subsektor mengalami kontraksi, termasuk industri minuman, tembakau, bahan kimia, serta elektronik dan
peralatan listrik.

Febri menjelaskan, kontraksi pada beberapa subsektor dipengaruhi oleh faktor musiman Ramadan dan Idulfitri, pelemahan daya beli, serta gangguan pasokan bahan baku akibat kondisi global. 

"Selain faktor musiman, terdapat juga tekanan biaya logistik dan kenaikan harga bahan baku yang dipicu oleh dinamika geopolitik global," tuturnya.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement