Karena itu, tambah Sudaryono, pemerintah terus memperkuat hubungan dengan berbagai negara agar semakin banyak pasar ekspor yang terbuka bagi produk pertanian Indonesia.
"Kondisi perunggasan nasional saat ini terjadi kelebihan pasokan dibandingkan permintaan," katanya.
"Ketersediaan ayam dan telur justru menunjukkan produksi nasional dalam kondisi baik sehingga tantangan utama pemerintah adalah mengelola distribusi dan menjaga keseimbangan pasar," katanya.
Selain itu, Kementan juga terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar program makan bergizi gratis (MBG) dapat mengoptimalkan penyerapan komoditas pangan dalam negeri, termasuk ayam dan telur, ketika terjadi penurunan harga di tingkat peternak.
(Nur Ichsan Yuniarto)