AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Indonesia, Malaysia dan Brunei Terbitkan Penyataan Soal Palestina, Ini Isinya

ECONOMICS
Dita Angga/Sindo
Senin, 17 Mei 2021 10:42 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, dan Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, menerbitkan pernyataan bersama
Indonesia, Malaysia dan Brunei Terbitkan Penyataan Soal Palestina, Ini Isinya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, dan Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, menerbitkan pernyataan bersama terkait dengan konflik Palestina dan Israel.

“Kami mengutuk keras, kekerasan terang-terangan yang berulang kali dilakukan oleh Israel, yang menargetkan warga sipil di seluruh wilayah pendudukan Palestina khususnya di Yerusalem Timur dan Jalur Gaza yang telah membunuh, melukai, dan menyebabkan penderitaan bagi banyak orang termasuk wanita dan anak-anak,” demikian bunyi pernyataan bersama tiga pemimpin tersebut yang dikutip dari akun twitter @Jokowi, Senin (17/5/2021).

“Kami juga sangat prihatin dengan perluasan pemukiman ilegal dan pembongkaran serta penyitaan bangunan milik Palestina di Tepi Barat termasuk di Yerusalem Timur,” lanjut pernyataan bersama tersebut.

Dalam pernyataan itu, Jokowi, Muhyiddin dan Bolkiah meminta agar semua pihak menahan diri secara maksimal. Ketiganya juga meminta penghentian serangan terhadap warga sipil dan mengambil langkah dalam meredakan situasi. Termasuk juga untuk menegakkan hukum dan ketertiban internasional.

“Kami mendesak kedua belah pihak untuk menerima keterlibatan internasional sementara di Kota Al Quds untuk memantau penghentian pertempuran di wilayah pendudukan Palestina,” seru pimpinan tiga negara itu.

Selain itu Jokowi, Muhyiddin dan Bolkiah mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak untuk menjamin keamanan dan perlindungan warga sipil di seluruh wilayah palestina.

“Kami meminta Majelis Umum PBB untuk mengadakan sesi darurat untuk membahas perkembangan yang serius dan menghasilkan Resolusi Perdamaian dengan tujuan untuk mengakhiri kekejaman terhadap rakyat Palestina,” bunyi pernyataan tersebut.

Mereka juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk tetap teguh menjaga solusi dua negara. Hal ini untuk mencapai kemerdekaan Negara Palestina, berdasarkan perbatasan sebelum 1967, dengan Timur Yerusalem sebagai ibukotanya.

Kemudian ketiganya juga menyatakan solidaritas dan komitmennya kepada rakyat Palestina. Dalam hal ini untuk memperoleh hak menentukan nasib sendiri dan membentuk Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

"Kami siap mendukung upaya internasional yang bertujuan untuk mencapai perdamaian yang komprehensif, adil, dan abadi di Timur Tengah berdasarkan Resolusi PBB yang relevan dan hukum internasional, termasuk hukum humaniter," tegas mereka. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD