Pengembangan IBMA diarahkan untuk mengintegrasikan ekosistem bullion, mulai dari kegiatan penyimpanan, perdagangan, pembiayaan hingga pemberian nilai tambah terhadap emas di dalam negeri.
Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang terus mendorong hilirisasi sektor pertambangan dan energi. Pengembangan bullion diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat sektor keuangan nasional.
Pembentukan IBMA juga menjadi langkah kelembagaan strategis untuk mengintegrasikan para pelaku dalam ekosistem bullion. Sebanyak 11 founder member turut mendorong kehadiran IBMA, dengan dukungan dari berbagai pihak dalam pengembangan ekosistem bullion bank.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menekankan pentingnya pengelolaan emas di dalam negeri agar komoditas tersebut tidak hanya ditambang di Indonesia, tetapi juga dapat disimpan, diperdagangkan, dan diberikan nilai tambah di dalam negeri.
"Kita juga telah membangun Bank Emas Indonesia. Kita ingin Emas Indonesia tidak hanya ditambang di negeri ini, tapi disimpan, diperdagangkan, dan diberi nilai tambah di negeri orang lain," ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).