Menurut Prabowo, Bank Emas yang beroperasi melalui Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) telah mengelola sekitar 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp360 triliun atau setara USD20 miliar.
"Kekayaan Indonesia harus memperkuat tabungan, pembiayaan, dan perekonomian Indonesia," kata Prabowo.
Meski memiliki potensi besar, pengembangan pasar emas nasional masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya berkaitan dengan aspek perpajakan, khususnya untuk instrumen Exchange Traded Fund (ETF).
Dengan pembentukan IBMA, pemerintah dan pelaku industri diharapkan dapat membangun pasar emas yang lebih terintegrasi, transparan, dan kompetitif, sekaligus mengoptimalkan potensi emas nasional untuk mendukung tabungan, pembiayaan, dan perekonomian Indonesia.
(Shifa Nurhaliza Putri)