AALI
9650
ABBA
222
ABDA
5500
ABMM
2140
ACES
775
ACST
160
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
755
ADMF
8000
ADMG
170
ADRO
2720
AGAR
316
AGII
2000
AGRO
660
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
55
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
140
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1425
AKRA
960
AKSI
284
ALDO
820
ALKA
298
ALMI
290
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/07/01 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.46
-1.84%
-9.76
IHSG
6794.33
-1.7%
-117.25
LQ45
974.33
-1.78%
-17.61
HSI
0.00
-100%
-21996.89
N225
25935.62
-1.73%
-457.42
NYSE
0.00
-100%
-14599.59
Kurs
HKD/IDR 1,904
USD/IDR 14,960
Emas
863,215 / gram

Industri Mamin Diprediksi Tumbuh hingga 7 Persen di 2022

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Senin, 03 Januari 2022 13:50 WIB
Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman memproyeksikan, tantangan di tahun 2022 akan sedikit berkurang dibandingkan tahun 2021.
Industri Mamin Diprediksi Tumbuh hingga 7 Persen di 2022 (FOTO:MNC Media)
Industri Mamin Diprediksi Tumbuh hingga 7 Persen di 2022 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) memproyeksi pertumbuhan industri mamin sebesar 5% hingga 7% di tahun ini. 

Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman memproyeksikan, tantangan di tahun 2022 akan sedikit berkurang dibandingkan tahun 2021. 

"Secara umum industri mamin optimis tahun 2022 akan pasti lebih baik lagi dibanding 2021. Meskipun kalau kita evaluasi tantangan di 2021 cukup berat, yaitu kesehatan, ekonomi, logistik, harga pangan, dan juga energi, tetapi di tahun ini mulai berkurang," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Senin (3/1/2022). 

Menurut Adhi, tantangan yang masih berat adalah harga bahan baku dan biaya energi yang masih akan berlanjut pada 2022. Sementara masalah logistik yang sepanjang tahun 2021 membebani kinerja ekspor diprediksi lebih longgar di tahun ini. 

"Kemungkinan masalah logistik di 2022 akan sedikit mereda. Kalau ini semua masalah teknis seharusnya dalam waktu setahun lebih sudah bisa pulih kembali. Jangan ada masalah-masalah non-teknis lainnya karena jumlah kontainer, jumlah kapal sebenarnya tidak berkurang," ungkapnya. 

Di tahun 2021, Adhi memprediksi pertumbuhan industri mamin akan tumbuh 4% hingga 5%. Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia sudah menunjukkan ekspansif dan juga daya beli masyarakat yang meningkat. Konsumsi rumah tangga terutama kelas menengah atas juga tumbuh dan mereka sudah mulai beradaptasi di kehidupan new normal. Sementara konsumsi kelas menengah bawah yang jumlahnya cukup banyak terus dijaga oleh pemerintah. 

Di sisi lain, dia berharap varian baru Omicron bisa dicegah agar tidak menimbulkan penyebaran virus baru. 

"Mudah-mudahan ini semua menghasilkan pengeluaran konsumsi rumah tangga yang terus meningkat dan ujungnya ekonomi kita juga terus meningkat," jelasnya.l 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD