sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Inflasi AS Bertahan di 3,4 Persen pada Agustus 2026, Prospek Kenaikan Suku Bunga Menguat

Economics editor Nia Deviyana
11/09/2026 21:15 WIB
Ekonom yang disurvei Reuters sebelumnya memperkirakan CPI naik 0,4 persen secara bulanan dan 3,4 persen secara tahunan.
Inflasi AS Bertahan di 3,4 Persen pada Agustus 2026, Prospek Kenaikan Suku Bunga Menguat. Foto: iNews Media Group.
Inflasi AS Bertahan di 3,4 Persen pada Agustus 2026, Prospek Kenaikan Suku Bunga Menguat. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Inflasi konsumen AS meningkat pada Agustus seiring naiknya kembali harga bensin. Kondisi ini memperkuat ekspektasi pasar keuangan bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat menaikkan suku bunga pekan depan.

Melansir Reuters, Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,4 persen pada Agustus 2026, lebih tinggi dari peningkatan 0,1 persen pada Juli, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat. Secara tahunan, inflasi konsumen naik 3,4 persen, sama seperti kenaikan pada Juli.

Ekonom yang disurvei Reuters sebelumnya memperkirakan CPI naik 0,4 persen secara bulanan dan 3,4 persen secara tahunan. Tidak termasuk komponen makanan dan energi yang bergejolak, CPI inti naik 0,3 persen pada Agustus, lebih tinggi dari peningkatan 0,2 persen pada Juli. Secara tahunan, CPI inti naik 2,4 persen pada Agustus, setelah meningkat 2,5 persen pada Juli.

Bank sentral AS menggunakan indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) sebagai acuan untuk target inflasi sebesar 2 persen.

Sebelumnya, pemerintah melaporkan Indeks Harga Produsen (PPI) meningkat pada Agustus, dengan kenaikan kuat pada sejumlah komponen utama yang menjadi bagian dalam perhitungan inflasi PCE. Data tersebut, ditambah laporan ketenagakerjaan Agustus yang kuat pada pekan lalu, meningkatkan prospek kenaikan suku bunga pekan depan.

Peluang kenaikan suku bunga sebelumnya menyusut setelah Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan dirinya cenderung mendukung keputusan mempertahankan suku bunga jika data mengonfirmasi tekanan inflasi mulai mereda.

Harga minyak kembali menembus USD100 per barel pada Kamis, sementara harga diesel mencapai rekor tertinggi. Kondisi tersebut mengindikasikan inflasi akan tetap tinggi dan meluas.

Sebelumnya menjelang rilis data CPI, pasar keuangan memperkirakan peluang sekitar 70 persen untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam rapat kebijakan The Fed pada 15-16 September, menurut CME FedWatch Tool. Suku bunga acuan The Fed saat ini berada pada kisaran 3,50-3,75 persen.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement