Surya menambahkan bahwa dengan meredanya tekanan harga, Bank Sentral Jepang (BOJ) tidak akan terburu-buru untuk menaikkan suku bunga.
Menurut sejumlah analis, kenaikan suku bunga lanjutan kemungkinan baru akan terjadi pada pertengahan 2026.
Inflasi yang melonjak di Jepang berkontribusi pada kejatuhan dua pendahulu Perdana Menteri Sanae Takaichi. Sejak menjabat, dia menjadikan bantuan ekonomi kepada rumah tangga sebagai prioritas.
(Wahyu Dwi Anggoro)