AALI
12175
ABBA
187
ABDA
6250
ABMM
3020
ACES
980
ACST
159
ACST-R
0
ADES
5800
ADHI
690
ADMF
8050
ADMG
179
ADRO
3120
AGAR
330
AGII
1985
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
1015
AKSI
350
ALDO
895
ALKA
292
ALMI
290
ALTO
196
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.55
-0.5%
-2.73
IHSG
6879.62
-0.5%
-34.53
LQ45
1011.61
-0.42%
-4.32
HSI
20079.32
-0.16%
-32.78
N225
26713.08
-0.13%
-35.06
NYSE
15290.38
1.69%
+254.51
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
876,842 / gram

Ini Alasan Erick Thohir Beri 4 Saham BUMN Pertahanan ke LEN Industri

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Minggu, 23 Januari 2022 15:20 WIB
PT LEN Industri telah resmi menguasasi empat saham BUMN sektor pertahanan dan menjadi Induk Holding BUMN Pertahanan atau Defence Industry Indonesia (Defend ID).
Ini Alasan Erick Thohir Beri 4 Saham BUMN Pertahanan ke LEN Industri (FOTO: MNC Media)
Ini Alasan Erick Thohir Beri 4 Saham BUMN Pertahanan ke LEN Industri (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT LEN Industri telah resmi menguasasi empat saham BUMN sektor pertahanan dan menjadi Induk Holding BUMN Pertahanan atau Defence Industry Indonesia (Defend ID).

Alasan penunjukan Len Industri oleh Kementerian BUMN sebagai induk holding didasarkan pada pertimbangan jaringan bisnis perusahaan yang mencakup seluruh bidang pertahanan. 

Direktur Utama Len, Bobby Rasyidin menjelaskan Len mampu mengintegrasikan teknologi antar sektor dan memiliki kapabilitas di bidang command, control, communication, computer, cyber, intelligence, surveillance, and reconnaissance (C5ISR) sebagai interoperability dan brain system untuk semua platform berbasis elektronika.

Alasan lainnya karena posisi Len yang strategis dan tidak condong pada satu matra, melainkan mampu mengakomodir dan mengintegrasikan ketiga matra, yaitu darat, laut, dan udara. Selain itu, Len juga dinilai telah berpengalaman sebagai induk dalam mengelola empat anak perusahaannya. 

“Pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan akan memberikan manfaat tidak hanya bagi anggota holding dan pemerintah, tapi juga para pemangku kepentingan lainnya serta ekosistem pertahanan secara keseluruhan,” ujar Bobby, dikutip Minggu (23/1/2022). 

Penunjukan Len sebagai induk Defend ID juga ditandai dengan penyerahan aset (inbreng) empat perusahaan pelat merah di sektor pertahanan. Proses inbreng didasari pada Peraturan Pemerintah No 5 Tahun 2022 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Len industri yang diterbitkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 12 Januari 2022 lalu. 

Adapun struktur Defend ID terdiri dari PT Len Industri (Persero) sebagai induk holding. Sementara anggota holding, PT Pindad (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI, PT PAL Indonesia (Persero), dan PT Dahana. Holding pun ditargetkan diluncurkan akhir Januari 2022.
 
Di lain sisi, Bobby membeberkan alasan dipilih Model strategi bagi holding. Menurutnya, strategi holding adalah fokus melaksanakan fungsi tanpa melakukan aktivitas operasi. Dimana, peran holding diantaranya sebagai strategi pemimpin (leader) yaitu penetapan visi dan strategi korporat, target keuangan dan strategis.

Lalu, pengelolaan shared service center untuk anggota holding, mendefinisikan core competency, pemfokusan portfolio bisnis, dan juga streamlining anggota holding sehingga tidak adanya tumpang tindih nantinya.

“Kelima BUMN Indhan, Len, DI, Pindad, Dahana dan PAL, masing-masing memiliki bidang usaha yang beragam, sehingga bentuk atau model holding yang dipilih adalah model Strategic Holding,” ungkap Bobby.

Pembentukan holding dipilih sebagai opsi konsolidasi paling optimal dibanding dengan opsi peleburan. Opsi ini dipilih dengan memperhitungkan faktor peningkatan pendapatan, penghematan biaya, optimalisasi modal, reputasi brand, proses dan waktu pendirian, kontrol, dilusi, disrupsi operasional dan peraturan.

“Konsolidasi melalui holding dengan nama Defend ID merupakan solusi untuk mempercepat kemandirian industri pertahanan Indonesia karena dapat menyeimbangkan faktor penciptaan nilai dan faktor kemudahan implementasi,” pungkasnya.

Proses pembentukan holding sudah dilakukan sejak September 2020 dengan membentuk Komite Eksekutif yang merupakan forum Direktur Utama BUMN Indhan untuk berkoordinasi dan membahas hal strategis di BUMN Indhan. 

Bersama dengan itu, telah dibentuk pula Strategic Transformation Office dan tujuh Project Management Office (PMO) dari BUMN Indhan yang bertugas mempersiapkan seluruh perencanaan dan program holding, baik jangka pendek maupun jangka panjang di berbagai bidang, seperti keuangan, pengembangan bisnis, sumber daya manusia, IT, riset dan inovasi, manufaktur, supply chain, legal, tata kelola, strategi dan transformasi. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD