AALI
8050
ABBA
222
ABDA
0
ABMM
805
ACES
1340
ACST
222
ACST-R
0
ADES
1825
ADHI
865
ADMF
8100
ADMG
154
ADRO
1290
AGAR
404
AGII
1190
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
300
AHAP
65
AIMS
374
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3130
AKSI
476
ALDO
735
ALKA
234
ALMI
242
ALTO
374
Market Watch
Last updated : 2021/06/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.88
0.99%
+4.52
IHSG
6087.84
1.53%
+91.59
LQ45
868.47
1.11%
+9.54
HSI
28309.76
-0.63%
-179.24
N225
28884.13
3.12%
+873.20
NYSE
16411.98
1.66%
+268.03
Kurs
HKD/IDR 1,852
USD/IDR 14,400
Emas
823,703 / gram

Ini Kisaran Biaya Pengobatan Stem Cell Mesenkimal Bagi Pasien Covid-19 Kritis

ECONOMICS
M Sukardi/Sindonews
Jum'at, 11 Juni 2021 18:36 WIB
Peneliti Indonesia menemukan terapi pengobatan Covid-19 kondisi kritis dengan terapi ajuvan stem cell mesenkimal. Ini kisaran biayanya.
MNC Media

IDXChannel - Peneliti Indonesia menemukan terapi pengobatan Covid-19 kondisi kritis yang terbukti mampu menurunkan tingkat kematian dengan terapi ajuvan stem cell mesenkimal asal tali pusat (SPM-TP). 

Pertanyaan besar bagi banyak orang mengenai terapi ini tentu saja mengenai harga. Guru Besar Ortopedi dan Traumatologi FKUI-RSCM, Prof.Dr.dr. Ismail Hadisoebroto, SpOT(K)Prof Ismail, selalu peneliti utama studi, tak ragu menjawab hal ini.

"Sesuai standar harga yang berlaku sekarang, 1 sel dihargai Rp2,2. Nah, terapi ini diberikan dengan dosis 1 juta sel per kg Berat Badan. Jadi, mudahnya gini, jika Anda memiliki berat badan 50 kg, maka biayanya sekitar Rp110 juta," terangnya.

Sayangnya, sampai sekarang terapi ajuvan Covid-19 ini masih dilakukan dalam riset. Meski begitu, Ahli Kesehatan Prof Ari Fahrial Syam punya harapan bahwa terapi ini dapat dipakai di banyak rumah sakit untuk memberi alternatif pilihan pengobatan Covid-19 pasien kondisi kritis.

"Kami berharap Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin edar terapi ini sehingga semakin banyak pasien Covid-19 kritis yang bisa mendapat pertolongan dan diharapkan dapat survive dari penyakitnya," ungkapnya.

Dijelaskan peneliti utama studi, Prof.Dr.dr. Ismail Hadisoebroto, SpOT(K), penggunaan terapi ini dikhususkan bagi pasien Covid-19 kondisi parah. "Jadi, kalau pasien Covid-19 kondisi ringan, sedang, atau berat, tidak bisa menggunakan terapi ajuvan ini," terangnya dalam paparan studi secara virtual, Jumat (11/6/2021).

Terapi SPM-TP ini telah dipublikasi dalam jurnal Stem Cell Translational Medicine (SCTM) pada 8 Juni 2021. Terapi ini pun sudah mendapatkan persetujuan PPUK dari BPOM sebagai syarat pelaksanaan uji klinik.

Studi dilakukan di empat rumah sakit berbeda yaitu RSCM, RSUP Persahabatan, RSPI Sulianti Saroso, dan RSUI. Produksi sel punca mesenkimal dari UPT TK Sel Punca RSCM-FKUI-KF, dan pemeriksaan laboratorium dilakukan di klaster SCTE IMERI dan Lab Terpadu FKUI.  
Terapi SPM-TP memiliki potensi yang sangat baik bagi perbaikan kondisi tubuh pasien Covid-19 kondisi kritis terutama pada bagian paru dan jaringan tubuh lainnya. Salah satu target yang dikerjakan stem cell ini adalah menjadi antiinflamasi bagi peradangan yang terjadi pada tubuh pasien dan memperbaiki jaringan yang rusak.

"Karena memberi efek yang cukup signifikan pada tubuh pasien, hasil studi menunjukkan 10 pasien berhasil survive dari Covid-19 sedangkan, hanya 4 pasien yang tak mendapatkan terapi SPM-TP yang survive," tambahnya.


(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD