sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ini Risiko yang Mengintai di Balik Skema Baru Kuota Impor BBM SPBU Swasta 2026

Economics editor Rohman Wibowo
25/01/2026 21:30 WIB
Kekhawatiran ini merujuk kebijakan terbaru pengaturan kuota impor BBM bagi SPBU swasta yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM.
Ini Risiko yang Mengintai di Balik Skema Baru Kuota Impor BBM SPBU Swasta 2026. (Foto Istimewa)
Ini Risiko yang Mengintai di Balik Skema Baru Kuota Impor BBM SPBU Swasta 2026. (Foto Istimewa)

"Kalau dipaksa harus membeli dari Pertamina, mereka akan menolak karena harganya pasti lebih mahal. Pertamina bukan LSM, Pertamina itu pasti cari profit, nah sehingga harganya lebih mahal. Nah, padahal bisnisnya SPBU itu marginnya kecil sekali," kata dia.

Akibat kebijakan pengaturan kuota impor ini, Fahmy menyampaikan bakal terjadinya kerugian bagi SPBU swasta yang dimiliki korporasi minyak global sekaliber Shell hingga Vivo ini. Hal ini lantaran bakal terjadi kelangkaan BBM di SPBU swasta.

"Lama-lama mereka akan rugi. Nah, maka pada saat itu kemudian dampak dari kebijakan itu, itu akan mendorong mereka hengkang dari Indonesia, dia akan tutup dan keluar dari Indonesia gitu," ujar Fahmy.

Dia menambahkan, dampak turunan ketika SPBU swasta angkat kaki adalah kerugian masyarakat. "Maka yang satu-satunya menjual BBM itu hanya Pertamina. Ada semacam monopoli. Monopoli ini yang dirugikan siapa? Konsumen karena konsumen tidak mempunyai pilihan untuk membeli BBM dari sumber yang lain," katanya.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement