
Inovasi Pertadex ini telah menghasilkan lifting senilai 1.629 ribu barrel dan berkontribusi pada peningkatan profit perusahaan hingga 7,2 juta USD pada tahun 2022. Selain itu, menjaga kualitas tetap optimal, mempercepat waktu produksi menjadi 7,8 hari dari sebelumnya 10,5 hari dan menjaga aspek lingkungan menekan 1.399 ton CO2 per tahun.
Atas keunggulan tersebut, KPI Unit Balikpapan meraih Gold Medal, Invention Presentation, serta Exhibiting Valuable Invention. Penghargaan dari National Research Council of Thailand (NRCT) diserahkan langsung oleh Executive Director NRCT, Wiparat De-ong.
Para Inovator Pertamina juga mendapat Special Award dari Association of Polish Inventors and Rationalizers (API&R) dari Polandia. Penghargaan diserahkan langsung oleh CEO API&R Michal Szota sebagai bentuk apresiasi luar biasa terhadap inovasi yang dibuat.
Sebagai bentuk komitmen inovasi, perwakilan tim juga berperan serta dalam kegiatan Forum International Intellectual Property Invention Innovation and Technology Exposition (IPITEX). Ajang ini merupakan sebuah pameran inovasi internasional tahunan yang menjadi wadah bagi para penemu dan inovator dari berbagai negara untuk memamerkan karya terbaik mereka.
Inovasi unggulan Pertamina ini sebelumnya memperoleh penghargaan Platinum, atau penghargaan tertinggi pada ajang internal Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2025. Para Inovator Pertamina yang tergabung dalam Project Collaboration Improvement (PC-Prove) FOMO-DEX diketuai oleh Adimas Prasetyaaji, beranggotakan Agya Kumala Asri, Rendy Bayu Aji Suhaedy, Faizal Ramadhan Nur, Ade Suryono, Agung Aldi Saputra, Deden Riskianandika dan selaku Fasilitator Ferdana Eldriansyah.