Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menambahkan, penghargaan internasional ini menjadi bukti bahwa perwira Pertamina memiliki kapabilitas kelas dunia yang mampu bersaing dalam menciptakan inovasi energi. Pertamina senantiasa mendorong seluruh Subholding dan Unit Operasi untuk terus melahirkan inovasi yang berdampak nyata. Inovasi FOMO-DEX dari Kilang Balikpapan ini sangat strategis karena akan menciptakan nilai tambah finansial melalui efisiensi, serta mendukung komitmen keberlanjutan perusahaan melalui pengurangan emisi karbon.
"ni adalah bentuk konkret tranformasi berkelanjutan Pertamina, dalam mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya dan mencapai target ketahanan energi nasional," kata Baron.
Dengan diraihnya penghargaan di IPITEX 2026, menegaskan posisi PT KPI Unit Balikpapan sebagai perusahaan yang terus berinovasi terhadap kilang dan energi nasional. Hal ini juga memperkuat peran Indonesia dalam peta inovasi energi global.
IPITEX 2026 diikuti oleh 883 peserta dari 24 negara, antara lain China, Filipina, Hong Kong, India, Indonesia, Inggris, Iran, Jepang, Kanada, Korea Selatan, Kroasia, Kuwait, Laos, Makau, Malaysia, Maroko, Polandia, Rumania, Rusia, Singapura, Vietnam, Taipei, Thailand, dan Yaman.
(Rahmat Fiansyah/ADV)