sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Insentif Kendaraan Listrik Mau Dihentikan, DEN Wanti-Wanti soal Subsidi BBM

Economics editor Dhera Arizona Pratiwi
15/01/2026 09:37 WIB
Dewan Energi Nasional (DEN) menilai akselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia diperkirakan menghadapi ujian berat pada awal 2026.
Insentif Kendaraan Listrik Mau Dihentikan, DEN Wanti-Wanti soal Subsidi BBM. (Foto Istimewa)
Insentif Kendaraan Listrik Mau Dihentikan, DEN Wanti-Wanti soal Subsidi BBM. (Foto Istimewa)

IDXChannelDewan Energi Nasional (DEN) menilai akselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia diperkirakan menghadapi ujian berat pada awal 2026. Hal itu menyusul wacana pemerintah untuk tidak melanjutkan sejumlah insentif fiskal yang selama ini menopang pertumbuhan pasar EV.

Anggota DEN M Kholid Syeirazi mengatakan, hal tersebut berisiko menekan penjualan kendaraan listrik ditingkat ritel. Sebab, beberapa stimulus utama resmi berakhir tahun ini.

"Mulai dari pembebasan bea masuk mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) impor utuh (completely built up/CBU) hingga skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 10 persen," katanya kepada awak media, Kamis (15/1/2026).

Kholid menuturkan, melemahnya minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik dapat berdampak langsung pada meningkatnya beban subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement