Proses produksi di galangan kapal kini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada tenaga manual, melainkan telah mengadopsi otomatisasi, termasuk penggunaan robot untuk pengelasan dan pemotongan material yang mampu meningkatkan presisi sekaligus mempercepat waktu pengerjaan.
INSA juga melihat langsung perkembangan teknologi yang digunakan dalam proses pembangunan dan perbaikan kapal di galangan tersebut. Pengalaman ini memberikan gambaran mengenai modernisasi industri galangan kapal yang terus berkembang seiring tuntutan efisiensi dan daya saing global.
Tidak hanya itu, kunjungan ini juga memberikan gambaran mengenai perkembangan teknologi galangan kapal yang terus berkembang mengikuti kebutuhan industri maritim global. Secara global, industri galangan kapal juga mulai mengarah pada penerapan teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan seiring meningkatnya tuntutan dekarbonisasi.
Carmelita menegaskan, pengalaman langsung melihat perkembangan teknologi di Singapura diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku industri maritim nasional. Dengan jumlah anggota yang mencapai ratusan perusahaan pelayaran, INSA memandang adopsi teknologi dan peningkatan kapasitas industri galangan kapal dalam negeri menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.
Lebih jauh, kunjungan ini juga membuka peluang kerja sama dengan mitra internasional, baik dalam pengembangan teknologi maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor maritim. INSA berharap, pembelajaran yang diperoleh dari forum internasional dan kunjungan industri ini dapat mendorong transformasi ekosistem maritim nasional secara menyeluruh.
Melalui partisipasi aktif dalam forum global seperti APM 2026, INSA menegaskan komitmennya untuk terus membawa industri pelayaran Indonesia beradaptasi dengan perubahan zaman, sekaligus memastikan Indonesia tetap relevan dalam peta persaingan industri maritim dunia.
(Dhera Arizona)