sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Investasi Asing Lebih Pilih Malaysia dan Vietnam, Indonesia Perlu Atasi Regulasi Berbelit

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
17/05/2026 17:07 WIB
Ekonom Indef sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Didik J Rachbini mengatakan arus investasi asing saat ini lebih banyak menyasar Vietnam, dan Singapura.
Investasi Asing Lebih Pilih Malaysia dan Vietnam, Indonesia Perlu Atasi Regulasi Berbelit. (Foto: Freepik)
Investasi Asing Lebih Pilih Malaysia dan Vietnam, Indonesia Perlu Atasi Regulasi Berbelit. (Foto: Freepik)

"Masalah institusi yang lemah dikritik sendiri oleh Presiden Prabowo, terutama terhadap birokrasi yang menghambat banyak pelaku usaha," kata Didik.

Namun demikian, Didik mengatakan investor masih tersandung oleh banyaknya regulasi sebelum menanamkan uangnya di Tanah Air. Regulasi yang berbelit membuat pemodal berpikir ulang memilih Indonesia sebagai tempat investasinya. Sebab investor bukan sekadar melihat market lewat jumlah populasi.

"Untuk berinvestasi di Indonesia harus menunggu izin lama sekali hingga satu sampai dua tahun. Sementara itu di negara lain proses serupa dapat diselesaikan hanya dalam hitungan dua minggu," lanjutnya.

Disamping itu menurutnya, Investor punya pandangan sebelah mata terhadap regulasi yang panjang. Sebab dibaliknya terdapat potens-potensi celah praktik yang kurang sehat. Sebab akan ada banyak meja yang harus disambangi sebelum berbagai perizinan diterbitkan.

"Kunci keberhasilannya bukan sekadar 'memangkas izin', melainkan reformasi institusi, penegakan hukum, koordinasi pusat-daerah, digitalisasi birokrasi, dan keberanian politik melawan ekonomi rente yang boros," lanjut Didik.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement