Dia menambahkan, latar belakang kekuatan ekonomi Indonesia dan posisi Dubai sebagai salah satu pusat ekonomi dunia menjadi dasar keyakinan pihaknya untuk berinvestasi di Nusantara.
"Bidang kami adalah pengembang real estat. Melihat populasi dan ukuran negara Indonesia yang besar, serta posisi kami dari Dubai yang berada di antara 20 ekonomi terbesar dunia, kami sangat mengharapkan pertumbuhan yang signifikan di bidang pengembangan real estat di Nusantara," katanya.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, menyatakan kerja sama ini merupakan langkah penting dalam percepatan pembangunan kawasan strategis di IKN.
"Alhamdulillah pada hari ini, tanggal 23 Januari, OIKN bersama-sama Ayedh Dejem telah berhasil menandatangani perjanjian kesepakatan pengalokasian lahan di luasan sebesar 9,7 hektar," kata Sudiro.
Ia menjelaskan, nilai investasi diperkirakan mencapai Rp4 triliun yang akan diawali dengan tahapan perencanaan detail, pengurusan perizinan, serta proses lelang kontraktor. Seluruh proses pra-konstruksi tersebut diproyeksikan memakan waktu maksimal satu setengah tahun sejak penandatanganan perjanjian.