Kementerian Luar Negeri Jepang dan Departemen Keuangan AS belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters.
Jepang, Korea Selatan, India, dan sejumlah negara Eropa menghentikan pembelian minyak Iran setelah sanksi AS diperketat menyusul keputusan Presiden Donald Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran pada 2018.
Dalam beberapa tahun terakhir, China menjadi pembeli utama minyak Iran.
Seorang pejabat METI lainnya mengatakan kepada Reuters pada Juni bahwa keputusan pembelian sepenuhnya berada di tangan perusahaan swasta. Namun, masih belum jelas apakah transaksi tersebut akan terlaksana mengingat lamanya waktu pengiriman serta kontrak-kontrak yang sudah berjalan.
Dia menambahkan, keamanan pelayaran kapal tanker juga harus dipastikan.
Seorang pejabat senior Iran mengatakan setiap transaksi akan memerlukan perpanjangan relaksasi sanksi AS saat ini, mengingat waktu pelayaran antara Iran dan Jepang cukup panjang.
Dia menambahkan, muatan minyak akan dikirim dari Pulau Kharg menggunakan kapal tanker yang dioperasikan perusahaan Jepang.