Sumber perdagangan dan para analis menilai relaksasi sementara sanksi AS saat ini kemungkinan belum cukup untuk menarik minat perusahaan penyulingan besar di Asia yang stok minyaknya masih melimpah. Dengan demikian, kilang-kilang independen di China diperkirakan tetap menjadi pembeli utama minyak Iran.
(NIA DEVIYANA)