Seorang pejabat senior Kementerian Perminyakan Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Perusahaan Minyak Nasional Iran (NIOC) telah menghubungi pelanggan-pelanggan tradisional, termasuk Jepang. Iran menyampaikan apabila kesepakatan damai tercapai dan sanksi dicabut, mereka berharap negara-negara tersebut kembali membeli minyak Iran.
Risiko di Selat Hormuz Masih Tinggi
Jalur pelayaran di Selat Hormuz dinilai masih belum aman. Selain itu, mekanisme operasional selat tersebut setelah tercapainya kesepakatan damai permanen antara Teheran dan Washington juga masih belum jelas.
Pekan lalu, sebuah kapal kontainer diserang pasukan Iran di Selat Hormuz. Sementara itu, Garda Revolusi Iran menyatakan seluruh kapal yang akan melintasi selat tersebut harus terlebih dahulu memperoleh izin dari mereka.
Badan pelayaran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan masih terdapat sekitar 80 ranjau laut yang mengapung di bagian tengah jalur perairan tersebut.
Seorang pejabat senior dari salah satu perusahaan penyulingan minyak besar Jepang mengatakan tantangan terbesar adalah memperoleh perlindungan asuransi bagi pengiriman tersebut.