sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Iran Perang Lawan Israel, Mentan Klaim Stok Pangan Nasional Aman 

Economics editor Rohman Wibowo
03/03/2026 14:30 WIB
Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin stok pangan nasional dalam jumlah cukup di tengah konflik antara Iran dan Israel.
Kementan menjamin stok pangan nasional dalam jumlah cukup di tengah konflik antara Iran dan Israel. (Foto: iNews Media/Rohman Wibowo)
Kementan menjamin stok pangan nasional dalam jumlah cukup di tengah konflik antara Iran dan Israel. (Foto: iNews Media/Rohman Wibowo)

IDXChannel - Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin stok pangan nasional dalam jumlah cukup di tengah konflik antara Iran dan Israel. Hal ini merujuk pada sejumlah komoditas pangan yang mengalami swasembada. 

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman,  mengatakan surplus pangan nasional saat ini cukup memenuhi kebutuhan masyarakat. Dia tidak ingin terjebak pada kondisi dunia global yang tengah berkonflik, termasuk prediksi terhambatnya pasokan penunjang produksi pangan seperti pupuk, yang bergantung impor.

Amran menitikberatkan swasembada pangan yang ada justru membuat Indonesia sebagai eksportir. Terkini, Indonesia dapat ekspor sejumlah komoditas termasuk telur kemasan ke sejumlah negara di Asia.

"Kami optimistis, jangan berandai-andai (dampak konflik). Ini sudah ekspor (telur), minggu depan kami ekspor beras," kata Amran saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (3/3/2026). 

"Swasembada beras itu sudah dominan di sektor pangan kita. Swasembada beras insyaallah, 3,7 juta ton dan ini tidak pernah terjadi selama Republik ini berdiri. Doakan itu (stok beras) di April 5 juta ton dan tanpa impor," imbuhnya.

Kendati begitu, Amran menyoroti jalur perdagangan internasional yang terancam setelah Iran memblokade Selat Hormuz. Dari blokade itu, bakal berpotensi besar terjadi inflasi pada sejumlah komoditas pangan, sehingga perlu mitigasi risiko dalam kesiapan pangan nasional.

"Kami harus pastikan dengan kondisi geopolitik yang tidak menentu. Ini hampir pasti harga bahan-bahan bisa naik. (Tapi) kita cukup protein, Indonesia aman," katanya.

Perlu diketahui, impor pupuk yang menjadi penunjang produksi pangan di Indonesia seperti beras jumlahnya kecenderungan naik setiap tahun. Seperti impor pupuk pada periode 2020 yang tembus 6,2 juta ton, dan naik sampai 7,52 juta ton pada 2024.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan ketergantungan Indonesia akan impor pupuk berasal dari negara-negara yang bersinggungan dengan eskalasi konflik di Timur Tengah, seperti Mesir dan Rusia.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement