AALI
9950
ABBA
292
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3460
ADHI
840
ADMF
7700
ADMG
190
ADRO
2290
AGAR
364
AGII
1440
AGRO
1350
AGRO-R
0
AGRS
162
AHAP
70
AIMS
364
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1110
AKRA
785
AKSI
805
ALDO
1365
ALKA
300
ALMI
290
ALTO
254
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.07
0.65%
+3.30
IHSG
6668.79
0.63%
+41.92
LQ45
949.53
0.66%
+6.18
HSI
24878.63
-0.3%
-73.72
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
849,207 / gram

Jabar dan Yogyakarta Teken Kerja Sama Potensi Daerah dan Budaya

ECONOMICS
Agung Bakti Sarasa
Kamis, 02 Desember 2021 10:40 WIB
Pemprov Jabar dan DIY menjalin kerja sama pengembangan potensi daerah dan pelayanan publik melalui pendekatan kebudayaan.
Jabar dan Yogyakarta Teken Kerja Sama Potensi Daerah dan Budaya (Dok.MNC Media)
Jabar dan Yogyakarta Teken Kerja Sama Potensi Daerah dan Budaya (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Pemprov Jawa Barat menjalin kerja sama dengan Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tentang pengembangan potensi daerah dan pelayanan publik melalui pendekatan dua kebudayaan yang saling bersaudara.  

Kesepakatan bersama tersebut ditandatangani langsung Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam acara Pesona Jabar di area Candi Prambanan, Yogyakarta, Rabu (1/12/2021) malam. 

Malam puncak Pesona Jabar di Candi Prambanan menjadi agenda penutup rangkaian kunjungan kerja hari pertama Ridwan Kamil di DIY. Hari ini, Ridwan Kamik dan rombongan direncanakan akan menemui warga Sunda di Yogyakarta dan juga menjadi narasumber di Universitas Gadjah Mada (UGM). 

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengungkapkan bahwa kehadirannya ke Yogyakarta atas undangan Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam rangka mendekatkan dua kebudayaan Sunda dan Jawa yang memiliki nilai sejarah panjang di Bumi Pertiwi sebagai simbol sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia. 

"Kami merasa kita harus menarasikan sebuah semangat persatuan yang mudah diucapkan, tapi susah dilaksanakan," ungkap Kang Emil. 

Sosok Sri Sultan sendiri menurut Kang Emil adalah sebagai orang tua yang wajib diteladani. Di masa kepemimpinannya, Sri Sultan Hamengkubuwono X berhasil mencetak sejarah dengan menghadirkan nama Jalan Siliwangi dan Jalan Pajajaran di Yogyakarta. Sebaliknya, ada Jalan Hayam Wuruk dan Majapahit di belakang Gedung Sate, Kota Bandung. 

"Mewakili masyarakat Jabar, saya mengapresiasi di zaman Sri Sultan lah penguatan sinergi dua budaya Jawa-Sunda terwujud secara konkret," ujar Kang Emil. 

Kerja sama antardua provinsi di Pulau Jawa ini diharapkan bisa membawa semangat persatuan seluruh daerah di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi ini bisa menjadi penyejuk dan semangat persatuan Indonesia. 

"Mudah-mudahan kunjungan kerja sama ini bisa menarasikan simbol Jawa, Sunda," ucapnya. 

Untuk menindaklanjuti kerja sama budaya antardua provinsi tersebut, Kang Emil pun mengundang Sri Sultan ke Bandung. Diketahui, Sri Sultan punya kenangan manis di Kota Bandung dalam menemukan tambatan hatinya. Jalan Panaitan menjadi saksi kisah cinta Sri Sultan dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas. 

"Kita nanti jalan-jalan lewat Panaitan, nanti kalau Sultan berkenan ada rute nostalgia saat dulu Kanjeng Ratu Hemas itu ikut orang tuanya kerja di Bandung, Sri Sultan jatuh cinta lalu keliling Bandung, mungkin faktor udara yang membuat gerimis romantis," kata Kang Emil. 

Gayung bersambut, Sri Sultan Hamengkubuwono X menilai, kerja sama antarprovinsi ini penting dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan menuju ke arah yang lebih baik untuk mengikuti perkembangan zaman. 

"Kerja sama antar provinsi ini penting terutama pelayanan publik dan pengembangan potensi daerah," ungkapnya. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD