AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Jakarta Jadi Tuan Rumah Formula E Tapi Venue Belum Ada, Ini Kata Wagub

ECONOMICS
Jonathan Simanjuntak/MPI
Minggu, 17 Oktober 2021 20:34 WIB
Meski sudah secara resmi ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Formula E, namun Jakarta belum memilih lokasi untuk dijadikan venue.
Jakarta Jadi Tuan Rumah Formula E Tapi Venue Belum Ada, Ini Kata Wagub. (Foto: MNC Media)
Jakarta Jadi Tuan Rumah Formula E Tapi Venue Belum Ada, Ini Kata Wagub. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Meski sudah secara resmi ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Formula E, namun Jakarta belum memilih lokasi untuk dijadikan venue. Walau begitu, pemerintah provinsi (pemprov) sudah memastikan lima lokasi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, masih belum memastikan venue digelarnya Formula E meskipun telah disebutkan sebanyak 5 alternatif. Menurutnya, kepastian venue tersebut menunggu peninjauan dari pihak Jakpro serta Formula E.

“Formula E seperti yang disampaikan, ada 5 alternatif sedang menunggu prosesnya. Secara teknis akan ditinjau dari utusan Formula E, Insya Allah akan diputuskan,” ujar pria yang akrab disapa Ariza, di Jakarta, Minggu (17/10/2021).

Ariza masih meminta masyarakat untuk menunggu. Menurutnya venue tersebut akan disesuaikan dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan.

Lebih lanjut, Ariza juga tidak membeberkan mengenai kriteria venue yang diinginkan. Menurutnya, standar tersebut telah diserahkannya kepada penyelenggara Formula E.

“Ini kan ada dari official kepantiaan penyelenggaraan di sana, semuanya ini disesuaikan dengan ketentuan aturan dan syarat yang ada,” kata Ariza.

“Jadi harus ada kesepakatan sejak awal, syarat dan komitmen yang sudah dipenuhi insyaAllah di 2022 bulan Juni akan dilaksanakan di Jakarta,” sambungnya.

Menanggapi tempat-tempat yang dianggap potensial Ariza juga masih bungkam. Dia meminta masyarakat untuk tetap menunggu.

“Saya tidak ingin mendahului (lokasi potensial), nanti tunggu saja karena harus ditinjau dan dicek dulu,” tukasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD