IDXChannel - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan, pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar awal hingga Februari–Maret 2026 masih akan menggunakan kuota impor carry-over dari 2025. Hal ini dilakukan selama masa transisi menuju mulai produksinya Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, produksi dari RDMP Balikpapan baru akan dimanfaatkan secara optimal mulai April 2026, seiring dengan penyiapan stok dan infrastruktur distribusi.
"Sampai Februari–Maret kita masih pakai kuota 2025. April baru kita gunakan. Pertamina perlu menyiapkan stok, pelabuhan, dan mekanisme pengambilan oleh badan usaha swasta. Kalau semua sudah siap, baru kita laksanakan," katanya di Jakarta, dikutip Selasa (6/1/2025).
Laode memastikan Indonesia akan menghentikan impor Solar mulai 2026. Kebijakan tersebut akan ditopang oleh peningkatan kapasitas produksi dalam negeri, khususnya setelah beroperasinya proyek RDMP Balikpapan milik PT Pertamina (Persero). Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional penguatan ketahanan energi.