Dengan upaya-upaya tersebut, Saleh mengatakan ukuran keberhasilan BUMN tekstil tidak semata-mata diukur dari untung besar dalam waktu singkat. Indikator yang lebih realistis antara lain berkurangnya impor bahan baku tekstil, meningkatnya penggunaan produk tekstil dalam negeri, serta naiknya produktivitas tenaga kerja karena mesin yang lebih modern dan pelatihan yang lebih baik.
Indikator lain yang penting dalam kesukesan BUMN tekstil yaitu biaya energi yang lebih terkendali dan berkelanjutan, sehingga pabrik tidak lagi kalah bersaing hanya karena listrik atau gas mahal.
“Jika BUMN tekstil mampu menjadi penopang bagi IKM, misalnya dengan menyediakan bahan baku yang stabil dan berkualitas, maka perannya akan terasa nyata bagi industri nasional. Dalam konteks ini, keberhasilan berarti industri tekstil tidak ‘mati, tetapi bertransformasi menjadi lebih efisien, modern, dan tahan terhadap guncangan impor dan tekanan global,” tuturnya.
(Febrina Ratna Iskana)