Dia melanjutkan, tingkat okupansi yang melampaui 100 persen tersebut merupakan karakteristik operasional kereta api jarak jauh yang melayani penumpang dinamis, yakni pelanggan yang naik dan turun di berbagai stasiun antara stasiun awal dan stasiun akhir perjalanan.
Dia menjelaskan skema perjalanan penumpang yang dinamis membuat satu tempat duduk dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan dalam satu hari.
"Kondisi itu mencerminkan pemanfaatan kapasitas kereta api secara optimal selama periode libur panjang," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)