AALI
10000
ABBA
226
ABDA
7050
ABMM
850
ACES
1450
ACST
256
ACST-R
0
ADES
1645
ADHI
1060
ADMF
8025
ADMG
161
ADRO
1200
AGAR
420
AGII
1040
AGRO
865
AGRO-R
0
AGRS
510
AHAP
69
AIMS
490
AIMS-W
0
AISA
250
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3170
AKSI
720
ALDO
825
ALKA
236
ALMI
242
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
461.96
-0.19%
-0.89
IHSG
5834.39
0.01%
+0.53
LQ45
868.39
-0.13%
-1.11
HSI
28593.81
1.42%
+399.72
N225
28406.84
2.09%
+582.01
NYSE
16422.96
0.05%
+7.60
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,270
Emas
857,957 / gram

Kalau Mudik Tak Dilarang, Ganjar: Kita Bisa Seperti India

ECONOMICS
Fahreza Rizky/Okezone
Minggu, 18 April 2021 13:27 WIB
Kasus covid-19 di Indonesia bisa seperti di India yang melonjak tinggi padahal sebelumnya angka covid sudah menurun drastis, apabila mudik tidak dilarang.
Kalau Mudik Tak Dilarang, Ganjar: Kita Bisa Seperti India (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah tegas melarang masyarakat untuk mudik lebaran tahun ini dimulai pada tanggal 6-17 Mei. Pasalnya, kalau tidak dilarang, kasus covid-19 di Indonesia bisa seperti di India yang melonjak tinggi padahal sebelumnya angka covid sudah menurun drastis.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengingatkan masyarakat untuk tidak mudik menjelang hari raya Lebaran Idulfitri 1442 Hijriah. Ia tidak ingin daerah yang dipimpinnya bernasib sama seperti India, di mana lonjakan kasus positif corona terjadi signifikan.

"Saya bilang begini, kalau kalian mudik ramai-ramai terus kemudian Jateng biasanya 5,9 juta-an yang mudik, maka siap-siap kita penyakitan kayak India. Siap-siap saja," kata Ganjar sebagaimana dilihat dalam YouTube Fadjroel Rachman, Minggu (18/4/2021).

Seperti diketahui, penularan virus corona di India mengalami peningkatan pesat. Kenaikan angka penularan ini bahkan mempengaruhi dunia.

Ganjar menuturkan, Pemprov Jawa Tengah bersama stakeholder terkait lainnya telah menyiapkan tes antigen di setiap rest area yang ada. Di sana petugas juga akan standby. Jika hasil tes menunjukkan positif, maka orang yang hendak masuk Jateng akan diputar balik.

"Jadi beberapa Minggu lalu kita sudah mulai mengaktifikan rest area kita jagain, mulai sekarang kita drop dengan antigen, maaf ya teman-teman kalau anda pulang gak sehat, saya ada di tengah jalan, Anda saya tes dengan antigen, kalau positif, balik, mohon maaf," tuturnya.

Ganjar juga meluruskan berita yang menyebutkan 10 ribu orang berbondong-bondong datang ke Tegal sebelum larangan mudik diterapkan. Menurut dia, informasi tersebut terlalu seram atau mengerikan. Faktanya, kata dia, 10 ribu orang tersebut adalah warga Tegal yang bekerja di Jakarta dan mereka memang terbiasa pulang kampung tiap pekannya.

"Karena hari ini kita belum bisa melarang dan kemarin muncul berita Kota Tegal terminalnya 10 ribu orang sudah berbondong-bondong datang, yailah mosok seseram itu sih medianya, langsung saya telepon itu 'bener pak, emang seperti itu, 10 ribu? Waduh berarti sudah mudik. (Lalu dijawab) 'enggak pak, orang Tegal mah banyak yang kerja di Jakarta, tiap Minggu dia pulang,' jadi sebetulnya biasa saja," tutur Ganjar.

Diwartakan sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, sebanyak 27 juta orang akan tetap mudik meskipun kegiatan itu telah dilarang. Karena itu, pemerintah akan bertindak tegas bila ada warga yang membandel. Sementara itu, Polri melalui Korps Lalu Lintas akan membuat 300 lebih titik penyekatan untuk menghalau warga yang masih nekat mudik. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD