AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Kasus Covid Nasional Turun, Kemenkes: Kaltara, Babel dan Yogyakarta Masih Tinggi

ECONOMICS
Binti Mufarida/Sindonews
Rabu, 15 September 2021 18:45 WIB
Terdapat tiga provinsi yang tercatat masih mengalami insidensi Covid-19 tinggi yakni di Kalimantan Utara, Bangka Belitung, dan DI Yogyakarta.
Terdapat tiga provinsi yang tercatat masih mengalami insidensi Covid-19 tinggi yakni di Kalimantan Utara, Bangka Belitung, dan DI Yogyakarta. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Juru Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengingatkan meskipun angka Covid-19 secara nasional mengalami penurunan, namun ada tiga provinsi yang tercatat masih mengalami insidensi Covid-19 tinggi yakni di Kalimantan Utara (Kaltara), Bangka Belitung, dan Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama kepada masyarakat yang telah membantu dalam upaya pengendalian pandemi Covid 19 di Indonesia ini. Tren penurunan kasus Covid-19 di Indonesia dan juga angka kematian terus turun berlanjut. Dan ini adalah berita yang baik untuk kita semua,” kata Nadia dalam Konferensi Pers secara virtual, Rabu (15/9/2021).  

Nadia mengatakan secara nasional terjadi penurunan kasus mingguan sebanyak 30% dan penurunan jumlah kematian sebesar 23%. “Namun masih ada beberapa provinsi yang masih mencatatkan insidensi dan angka kematian relatif tinggi yaitu di Provinsi Kalimantan Utara, Bangka Belitung dan Daerah Istimewa Yogyakarta,” paparnya.

Sementara itu, Nadia mengatakan testing Covid-19 juga telah diatas standar WHO. “Selanjutnya dengan upaya yang terus kita tingkatkan testing nasional kita sudah meningkat menjadi 3,57 orang yang diperiksa per 1000 penduduk per minggu yang ini merupakan diatas standar WHO yaitu 1 orang yang diperiksa per 1.000 penduduk per minggu yang merupakan indikator parameter surveilan yang komprehensif.”

Nadia mengatakan seluruh provinsi saat ini telah mencapai standar minimal tersebut dengan beberapa provinsi yang mencatatkan testing rate yang cukup tinggi yaitu di provinsi Bali, Riau, Kalimantan Timur, dan DKI Jakarta.

Sementara itu, positivity nasional sudah mencapai angka 4% kurang dari 5% sesuai dengan standar WHO. “Meskipun masih ada 8 provinsi yang masih memiliki angka Positivity rate lebih dari 5%,” papar Nadia. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD