AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19567.55
-2.18%
-435.89
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
15264.79
-0.27%
-41.01
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Kasus Korupsi Pengadaan Pesawat GIAA, Kejagung Tunggu Perhitungan Kerugian Negara

ECONOMICS
Erfan Maruf
Kamis, 10 Maret 2022 18:41 WIB
Kejagung saat ini tengah menunggu hasil perhitungan kerugian negara yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Kasus Korupsi Pengadaan Pesawat GIAA, Kejagung Tunggu Perhitungan Kerugian Negara. (Foto: MNC Media)
Kasus Korupsi Pengadaan Pesawat GIAA, Kejagung Tunggu Perhitungan Kerugian Negara. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kejagung saat ini tengah menunggu hasil perhitungan kerugian negara yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dalam kasus dugaan korupsi PT Garuda Indonesia proyek pengadaan pesawat jenis ATR 72.

"Saat ini terkait kerugian negara masih dilakukan pendalam masih dilakukan konsultasi dari teman-teman tim investigasi dari BPKP," kata Kapuspenkum Kejagung RI, Ketut Sumedana, Kamis (10/3/2022). 

Ketut akan menyampaikan secara resmi kerugian negara berkaitan korupsi tersebut dapat segera mengembangkan kasus guna mencari kerugian negara akibat korupsi tersebut.
 
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan mendapatkan kerugian riil dari korupsi Garuda ini," katanya.

Adapun sejauh ini, penyidik dari Jampidsus Kejagung RI telah melakukan pemeriksaan terhadap 30 orang saksi dan dua saksi ahli. Dengan telah menetapkan sebanyak tiga orang tersangka.

Mantan Vice President Planning PT Garuda Indonesia Tahun 2017-2018, AB; SA selaku Vice President Strategic Management Office PT Garuda Indonesia 2011-2012; dan AW selaku Executive Project Manager Aircraft Delivery PT Garuda Indonesia 2009-2014.

"Sudah ditetapkan tiga tiga tersangka dan sudah dilakukan tiga-tiganya penahanan  terhadap perkara Garuda ini," ujarnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD