AALI
9650
ABBA
222
ABDA
5500
ABMM
2140
ACES
775
ACST
160
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
755
ADMF
8000
ADMG
170
ADRO
2720
AGAR
316
AGII
2000
AGRO
660
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
55
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
140
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1425
AKRA
960
AKSI
284
ALDO
820
ALKA
298
ALMI
290
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/07/01 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.46
-1.84%
-9.76
IHSG
6794.33
-1.7%
-117.25
LQ45
974.33
-1.78%
-17.61
HSI
0.00
-100%
-21996.89
N225
25935.62
-1.73%
-457.42
NYSE
0.00
-100%
-14599.59
Kurs
HKD/IDR 1,904
USD/IDR 14,960
Emas
863,215 / gram

Kasus Omicron di Jakarta Terus Melonjak, Ini Langkah Mitigasi Pemprov DKI

ECONOMICS
Muhammad Refi Sandi/MPI
Selasa, 18 Januari 2022 08:20 WIB
Wagub Ariza memaparkan langkah mitigasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dalam menghadapi lonjakkan kasus Covid-19 varian Omicron.
Covid-19 (Ilustrasi)
Covid-19 (Ilustrasi)

IDXChannel - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memaparkan langkah mitigasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dalam menghadapi lonjakkan kasus Covid-19 varian Omicron.

"Ya tentu beberapa hal yang kita lakukan adalah pertama penguatan Satgas Covid-19 di sekolah-sekolah, ini terkait sekolah ya. Kedua kita meningkatkan tes, tracing kita tingkatkan. Kemudian percepatan vaksinasi khususnya bagi anak-anak. Kemudian booster juga, terus kita percepat," kata Ariza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (17/1/2022) malam.

Ariza pun mengatakan Pemprov terus melakukan sosialisasi hingga pengawasan protokol kesehatan kepada masyarakat. Ia menekankan agar masyarakat jangan lengah, jangan abai dan menganggap enteng varian Omicron tersebut.

"Upaya lainnya disinfektan, terus melakukan sosialisasi, pengawasan, monitoring dan evaluasi secara terus menerus berkala. Semua kita upayakan. dan kita minta kesadaran masyarakat, jangan tunggu kita atau keluarga terpapar, sekalipun telah mendapatkan vaksin jangan angggap emteng, jangan lengah, kita belajar dari banyak negara, jangan karena merasa divaksin santai-santai dianggap biasa, dan terpapar signifikan, akhirnya pakai masker lagi. Akhirnya lockdown lagi, akhirnya kita seperti negara-negara tersebut," ujarnya.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD