AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

Kasus Tidak Naik, Prof Wiku Sebut Indonesia Sukses Lewati Nataru

ECONOMICS
Leonardus Kangsaputra
Selasa, 04 Januari 2022 18:24 WIB
Kekhawatiran pemerintah dalam menghadapi potensi kenaikan kasus Covid-19 ternyata berhasil dilalui.
Kasus Tidak Naik, Prof Wiku Sebut Indonesia Sukses Lewati Nataru. (Foto: MNC Media)
Kasus Tidak Naik, Prof Wiku Sebut Indonesia Sukses Lewati Nataru. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kekhawatiran pemerintah dalam menghadapi potensi kenaikan kasus Covid-19 ternyata berhasil dilalui. Bahkan, periode Natal dan Tahun Baru berhasil dilalui tanpa ada peningkatan terkonfirmasi positif virus Corona.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, mengatakan Indonesia baru saja berhasil melewati periode libur Natal dan Tahun Baru 2022 tanpa adanya lonjakan kasus. 

Kabar gembira tersebut disampaikan Prof. Wiku dalam Keterangan Pers Terkait Penanganan Covid-19, Selasa (4/1/2022). Bahkan saat ini Indonesia berhasil mempertahankan penurunan kasus Covid-19 di tengah melonjaknya kasus dunia dan tantangan varian baru yakni Omicron.

"Jika melihat kembali pada periode November 2020 sampai Januari 2021, kasus positif Covid-19 konsisten mengalami kenaikan yang signifikan hingga mencapai puncak pertama," ucap Prof WIku.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Wiku pun membandingkan situasi Covid-19 yang dialami Indonesia saat ini dengan yang terjadi pada tahun 2021. Berkaca dari situasi tahun lalu, penambahan kasus pada minggu pertama 2021 mencapai 52.694 kasus positif. 

Jumlah 52.694 kasus tersebut dikontribusikan oleh lima provinsi yang menyumbang kasus positif tertinggi yakni DKI Jakarta sebesar 13.317, Jawa Barat 7.832, Jawa Tengah 6.726, Jawa Timur 6.375, dan Sulawesi Selatan 3.656.

"Berbeda dengan tahun lalu, tren penurunan kasus masih terus terjadi sejak Juli 2021 hingga awal Januari 2022. Bahkan penambahan kasus pada minggu pertama Januari 2022 hanya sebesar 1.409 kasus. Ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan awal tahun lalu," tambahnya.

Dia melanjutkan pada awal 2022 terjadi pergeseran posisi penyumbang kasus Covid-19 terbesar yang tidak lagi didominasi provinsi di wilayah Pulau Jawa. 

"Adapun lima provinsi tersebut adalah DKI Jakarta dengan 526 kasus, Kepulauan Riau 168 kasus, Jawa Barat 121 kasus, Papua Barat 117 kasus, dan Jawa Timur 108 kasus," tutup Prof. Wiku. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD