AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Kawal Transformasi KML Food, Eko Taufik Wibowo Ditunjuk Jadi Wadirut 

ECONOMICS
Fahmi Abidin
Rabu, 08 Desember 2021 12:55 WIB
Eko Taufik Wibowo kini diangkat menjadi Wakil Direktur Utama KML Food. Upaya yang dilakukan KML Food tersebut, sejatinya adalah upaya untuk bertransformasi.
Kawal Transformasi KML Food, Eko Taufik Wibowo Ditunjuk Jadi Wadirut. (Foto: Kegiatan Produksi/KML Food)
Kawal Transformasi KML Food, Eko Taufik Wibowo Ditunjuk Jadi Wadirut. (Foto: Kegiatan Produksi/KML Food)

IDXChannel – Setelah sebelumnya berkarier di Berdikari (Persero) dan Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) sebagai Direktur Utama,   Eko Taufik Wibowo kini diangkat menjadi Wakil Direktur Utama KML Food.

Upaya yang dilakukan KML Food tersebut, sejatinya adalah upaya untuk bertransformasi dengan mengadakan perombakan manajemen dan menunjuk Eko Taufik Wibowo yang sebelumnya sudah memiliki pengalaman panjang dalam memimpin perusahaan.

Sekadar diketahui, KML Food adalah PT Kelola Mina Laut (KML) yang didirikan pada tanggal 18 Agustus 1994 oleh Bapak Mohammad Nadjikh. Berawal dari unit pengolahan ikan teri nasi (chirimen) dengan pasar ekspor ke Jepang yang sangat sederhana di desa Sobontoro, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban. Seiring perkembangan waktu unit pengolahan teri nasi KML Food mencapai 20 unit pengolahan milik sendiri dan 15 unit pengolahan milik mitra binaan yang tersebar di sepanjang pantai utara Jawa dan Madura (dari Situbondo – Jawa Timur hingga Cilegon – Banten).

Sementara itu, dari lini bisnis, KML Food memiliki produk unggulan yakni kakap merah (scarlet snapper), ikan karang (coral fish), gurita (octopus), tengiri, tuna, ikan air tawar (bandeng, nila) dan aneka ikan lainnya.

Unit pengolahan ini terus dikembangkan dan terdapat di Makasar, Kendari, Sidoarjo, Rembang, Lamongan, Luwuk, dan Ambon. KML Food juga melakukan partnership dengan mitra binaan lokal di daerah-daerah yang memiliki potensi hasil perikanan seperti Ambon, Tual, Gorontalo, Bitung, Lombok, Flores, Kupang, Dobo, Sorong, Papua dan daerah-daerah berpotensi lainnya. Unit usaha ini memberdayakan lebih dari 100.000 nelayan kecil hingga nelayan besar di seluruh Indonesia.

Pada 2006, KML Food juga mengembangkan pengolahan bakso seafood di Semarang dan unit pengolahan surimi (sari pati ikan) di Kabupaten Lamongan (2009), Rembang, Jawa Tengah (2012) dan di Tuban (2015). Selain itu di 2013, KML Food telah mengembangkan produk snack seafood dan KML Food juga mengembangkan industry vegetable terpadu (edamame, okra, dan aneka sayuran) beserta pengolahannya, di Jember, Semarang dan Cirebon pada 2014. Sedangkan di awal 2015, KML Food telah mengembangkan pengolahan produk fish cake (kamaboko) dan takoyaki (gurita lapis tepung) lengkap dengan pengolahannya di Gresik.

Melihat dari rekam jejaknya, KML Food terus bertumbuh dan menjelma menjadi perusahaan kelas kakap yang menggurita dengan unit-unit pengolahan yang tersebar di seluruh Indonesia. (FHM)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD