sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kaya Sumber Daya Energi, Tapi Kok Indonesia Masih Impor LPG?

Economics editor Athika Rahma
28/01/2022 13:04 WIB
Padahal jika Indonesia bisa memanfaatkan potensi gas alam yang dimiliki, impor LPG pasti dapat ditekan bahkan dihilangkan.
Kaya Sumber Daya Energi, Tapi Kok Indonesia Masih Impor LPG? (FOTO:MNC Media)
Kaya Sumber Daya Energi, Tapi Kok Indonesia Masih Impor LPG? (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Seperti kita tahu bersama, wilayah Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah, termasuk gas alam. 

Namun, pemanfaatannya yang minim membuat Indonesia sering mengimpor LPG untuk kebutuhan sehari-hari. 

Mengutip data Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia 2020, Jumat (28/1/2022), jumlah impor LPG nasional mencapai 6,4 juta ton pada 2020, atau sekitar 80% dari total kebutuhan LPG nasional sebesar 8,02 juta ton. 

Kondisi impor LPG ini sempat disinggung oleh Presiden Joko Widodo karena jumlahnya sangat besar, mencapai 6-7 juta ton per tahun. Nilainya juga fantastis, Rp 80 triliun. Belum lagi, subsidi untuk LPG ini diberikan hingga Rp 70 triliun. 

"Memang kita ini sudah berpuluh-puluh tahun nyaman dengan impor, memang duduk di zona nyaman paling enak. Rutinitas impor terus, nggak berpikir negara dirugikan, rakyat dirugikan," katanya seperti dikutip. 

Padahal jika Indonesia bisa memanfaatkan potensi gas alam yang dimiliki, impor LPG pasti dapat ditekan bahkan dihilangkan. Mengutip data SKK Migas, jumlah cadangan terbukti gas alam Indonesia mencapai 42,93 triliun kaki kubik per 31 Desember 2021 lalu. 

Dengan asumsi produksi 6.000 juta kaki kubik per hari, cadangan ini masih cukup hingga 19,6 tahun ke depan. Apalagi, jika eksplorasi gas alam terus dilakukan, tentu waktunya semakin lama. 

Namun, menurut data Ditjen Migas Kementerian ESDM, pemanfaatan gas domestik masih mencapai 66%, sisanya masih diekspor. Kendala minimnya pemanfaatan ini karena infrastruktur pipa gas yang masih terbatas, sehingga pemerintah perlu melakukan percepaan pembangunan pipa ini. 

(SANDY)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement