sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kebijakan Satu Pintu Ekspor Dinilai Mampu Tingkatkan Devisa hingga Jaga Pasokan Domestik

Economics editor Nia Deviyana
24/05/2026 17:31 WIB
Salah satu potensi positif kebijakan satu pintu ekspor adalah meningkatnya pengawasan terhadap praktik under-invoicing.
Kebijakan Satu Pintu Ekspor Dinilai Mampu Tingkatkan Devisa hingga Jaga Pasokan Domestik. Foto: iNews Media Group.
Kebijakan Satu Pintu Ekspor Dinilai Mampu Tingkatkan Devisa hingga Jaga Pasokan Domestik. Foto: iNews Media Group.

“Positifnya ya karena under-invoicing ini diawasi, maka kemungkinan ada peningkatan devisa. Ini karena satu pintu, maka bargaining power-nya itu akan meningkat,” ujar Esther Sri Astuti dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/5/2026).

Dia menjelaskan, kebijakan ekspor satu pintu juga berpotensi memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar internasional karena pembeli komoditas strategis harus melalui satu kanal perdagangan yang lebih terkoordinasi. Dengan demikian, negara memiliki ruang yang lebih besar dalam menjaga harga, volume ekspor, serta kepentingan nasional dalam perdagangan SDA.

Selain itu, Esther berpandangan kebijakan tersebut juga dapat membantu pemerintah menjaga keseimbangan pasokan domestik, sehingga kebutuhan dalam negeri tetap terjaga ketika pasokan komoditas tertentu mengalami tekanan.

“Positifnya lagi itu pengendalian pasokan domestik juga bisa dikendalikan. Misalnya kalau domestik lagi kurang ya tidak usah ekspor, tapi kalau domestik melimpah ya ekspor,” katanya.

Esther juga menilai pembentukan badan khusus ekspor bukan hal baru dalam praktik internasional. Sejumlah negara seperti Vietnam, Malaysia, hingga negara-negara Timur Tengah telah memiliki model kelembagaan yang berfungsi memperkuat pengelolaan perdagangan strategis nasional, meski dengan karakter dan fungsi yang berbeda-beda. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement