“Saatnya semua pihak bergandengan tangan agar instalasi darurat tetap menyala dan masyarakat terlindungi,” katanya.
Sementara itu di lapangan, kondisi darurat distribusi BBM juga dirasakan masyarakat di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Pascabencana banjir dan tanah longsor, sejumlah akses jalan utama terputus sehingga pasokan BBM mengalami kelangkaan, terutama di wilayah pedalaman yang hingga kini masih sulit dijangkau.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejak beberapa hari terakhir warga harus antre panjang di SPBU dan kios pengecer BBM. Bahkan, sebagian masyarakat terpaksa membeli BBM dengan harga jauh di atas normal, mencapai Rp 20 ribu per liter, akibat distribusi yang terhambat oleh kerusakan jalan dan jembatan yang belum sepenuhnya pulih.
Tokoh Pemuda Gayo Lues, Kamsah Galus menilai kelangkaan BBM di tengah situasi darurat bencana menjadi persoalan krusial yang perlu segera ditangani pemerintah. Menurutnya, BBM bukan sekadar kebutuhan kendaraan, tetapi penopang utama roda ekonomi dan layanan kemanusiaan.