“Khusus produk fabrikasi baja struktural, ekspor Indonesia tercatat sebesar USD39,68 juta pada Januari–April 2026. Komoditas tersebut juga mencatatkan tren pertumbuhan positif sebesar 6,08 persen dalam lima tahun terakhir (2021–2025),” ungkap Puntodewi.
Sebagai gambaran, sepanjang 2025, total ekspor besi dan baja Indonesia mencapai USD29,76 miliar dengan tren peningkatan 5,61 persen dalam lima tahun terakhir. Momentum ini dimanfaatkan dengan optimal oleh PT TFE, yang sepanjang semester pertama 2026 telah mencatatkan nilai ekspor mencapai USD4,51 juta atau Rp77,53 miliar ke berbagai negara.
Untuk menjaga tren positif tersebut, Kemendag terus memberikan dukungan fasilitasi bagi pelaku usaha dalam memperluas jangkauan pasar internasional.
“PT TFE juga telah kami fasilitasi untuk memperluas akses pasar ke kawasan Eropa dan Amerika pada Maret 2026 lalu. Kami menghubungkan PT TFE dengan perwakilan perdagangan RI di kedua kawasan untuk memperluas akses pasar dan menjajaki peluang kerja sama dengan calon buyer potensial,” tutur Puntodewi.
(Febrina Ratna Iskana)