"Melalui workshop, masterclass, hingga kejuaraan ini, peserta memperoleh pengalaman dan keterampilan yang menjadi bekal untuk terus berkembang di masa depan," lanjut Teuku Riefky.
Menurut dia, industri esports kini telah berkembang menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif karena menciptakan berbagai profesi baru di luar atlet gim. Ekosistem tersebut mencakup profesi seperti caster, content creator, pelatih, penyelenggara turnamen, hingga pengembang konten digital.
Nantinya, kata dia, Kemenekraf akan terus memperluas akses ruang belajar, ruang berkarya, serta creative hub di berbagai daerah melalui kolaborasi dengan berbagai mitra.
"Langkah ini diharapkan mampu mencetak lebih banyak talenta yang siap memasuki industri gim nasional," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)