AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

KemenESDM Targetkan Empat Smelter Beroperasi Tahun Ini

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Selasa, 26 Oktober 2021 20:40 WIB
Kementerian ESDM menargetkan empat smelter beroperasi di 2021.
KemenESDM Targetkan Empat Smelter Beroperasi Tahun Ini (Dok.MNC Media)
KemenESDM Targetkan Empat Smelter Beroperasi Tahun Ini (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan empat smelter beroperasi di tahun 2021. Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan, dari empat smelter yang ditargetkan selesai, dua perusahaan telah menyelesaikan konstruksi fisik smelter. Kedua perusahaan tersebut adalah PT Smelter Nikel Indonesia dan PT Cahaya Modern Metal Industri.

"Harusnya keempat smelter ini selesai 2021. Namun yang saat ini selesai secara fisik 100% adalah PT Smelter Nikel Indonesia dan PT Cahaya Modern Metal Industri," ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (26/10/2021).

Untuk PT Cahaya Modern Metal Industri di Banten telah terbangun 100% dan telah melakukan kegiatan produksi. Sementara PT Smelter Nikel Indonesia di Banten meski telah terbangun 100% dan telah berhasil melakukan uji coba produksi, kegiatan perusahaan berhenti sementara karena kekurangan dana untuk operasi.

"Untuk Smelter Nikel Indonesia masih butuh dukungan pendanaan institusi keuangan," kata Ridwan.

Dua smelter lainnya, yaitu PT Antam di Maluku Utara telah terbangun 97,7% namun masih menunggu pasokan listrik. "Secara fisik sudah selesai namun pasokan listrik yang belum ada sehingga belum beroperasi. Ini sedang diupayakan agar Antam bekerja sama dengan PLN saja menyelesaikan masalah," jelas Ridwan.

Kemudian PT Kapuas Prima Citra di Kalimantan Tengah telah terbangun 99,87%. Saat ini sedang menunggu tenaga ahli dari China sebagai ahli proses smelter yang direncanakan akan datang di bulan Oktober 2021. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD