Febrio menyebutkan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat belanja sektor pertanian telah membuahkan hasil nyata, terutama dengan dukungan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang meningkatkan penyerapan hasil tani.
"Jumlah tenaga kerja yang kerja di sektor pertanian itu sekitar 40 juta. Nah jadi sektor yang sangat penting. Selama ini tumbuhnya lambat. Panen langsung naik. Untuk beras itu di atas 13-14 persen pertumbuhannya tahun lalu. Lalu MBG (makan bergizi gratis) itu permintaan terhadap produk pertanian itu meningkat tinggi sekali," kata Febrio.
Selain itu, sektor manufaktur juga menunjukkan performa dinamis dengan pertumbuhan sebesar 5,4 persen pada tahun lalu, yang menjadi modal kuat untuk melanjutkan tren positif di tahun 2026.
Salah satu mesin penggerak utama pada kuartal I-2026 adalah eksekusi belanja negara yang sangat cepat. Kemenkeu mencatat adanya lonjakan signifikan belanja negara menjadi Rp815 triliun pada kuartal pertama tahun ini, naik dari posisi tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp600 triliun.
"Ini (belanja negara) pertumbuhan 30 persen. Nah ini pasti langsung akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi untuk kuartal I/2026. Makanya yakin 5,5 persen (pertumbuhan ekonomi) akan tetap," tutur Febrio.