Di sisi lain, Bank Dunia dalam laporan East Asia & Pacific Economic Update edisi April 2026 menekankan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi beban berat bagi kawasan Asia Timur dan Pasifik. Kenaikan harga energi dunia akibat konflik tersebut diprediksi akan menekan laju PDB Indonesia.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan melambat ke level 4,7 persen, lantaran tekanan dari tingginya harga minyak dan sentimen penghindaran risiko (risk-off) hanya akan diimbangi sebagian oleh penerimaan komoditas dan inisiatif investasi yang digerakkan oleh negara," tulis laporan Bank Dunia tersebut.
(kunthi fahmar sandy)