Agung menjelaskan, dari satu hamparan panen seluas 26 hektare di Desa Ender, Kabupaten Cirebon, potensi produksi bawang merah dapat mencapai sekitar 260 ton. Selain itu, masih terdapat sekitar 350 hektare lahan bawang merah yang siap panen hingga Lebaran.
Dengan estimasi produktivitas rata-rata 10 ton per hektare, pasokan bawang merah dari Cirebon dinilai cukup untuk mengamankan kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri.
“Artinya, Kabupaten Cirebon siap mengamankan pasokan bawang merah untuk puasa dan tentunya Lebaran,” katanya.
Agung menjelaskan, Cirebon telah menerapkan pola tanam berkelanjutan agar produksi tetap terjaga. Setelah panen, petani langsung melakukan pengolahan lahan dan penanaman kembali tanpa jeda panjang. Saat ini, terdapat sekitar 500 hektare lahan yang telah kembali ditanami.
“Tidak ada istilah lahan tidur. Panen ada, tanam juga ada. Ini sejalan dengan arahan Bapak Menteri Pertanian Amran Sulaiman agar produksi dan harga bawang merah tetap aman dan stabil,” tutur dia.