Lebih lanjut Wamentan menyebutkan selama periode Januari hingga 18 Mei 2026, serapan beras nasional telah mencapai 2,8 juta ton atau sekitar 70 persen dari target 4 juta ton tahun ini. Serapan gabah setara beras dilakukan Perum Bulog kepada seluruh petani di sentra produksi pangan.
“Serapan beras Januari hingga 18 Mei mencapai 2,8 juta ton dan stok nasional mencapai 5,37 juta ton. Ini merupakan stok tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” kata Sudaryono.
Menurutnya, pemerintah terus memperkuat kemandirian pangan melalui penyerapan gabah, perlindungan petani, dan penguatan cadangan beras pemerintah.
"Penguatan kemandirian pangan nasional agar kebutuhan masyarakat tetap terjamin dalam kondisi apa pun,” kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)