AALI
9650
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
820
ADMF
8075
ADMG
176
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2090
AGRO
725
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1055
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.61
-0.34%
-1.85
IHSG
6996.46
-0.28%
-19.60
LQ45
1007.64
-0.31%
-3.10
HSI
22418.97
0.85%
+189.45
N225
27049.47
0.66%
+178.20
NYSE
0.00
-100%
-14811.55
Kurs
HKD/IDR 1,888
USD/IDR 14,835
Emas
871,303 / gram

Kena PHK, Pekerja Zenius dan LinkAja Belum Lapor Kemnaker

ECONOMICS
Heri Purnomo
Sabtu, 28 Mei 2022 01:30 WIB
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mengetahui adanya pemutusahan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan startup Zenius dan LinkAja.
Kena PHK, Pekerja Zenius dan LinkAja Belum Lapor Kemnaker (FOTO: MNC Media)
Kena PHK, Pekerja Zenius dan LinkAja Belum Lapor Kemnaker (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mengetahui adanya pemutusahan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan startup Zenius dan LinkAja. Namun, terkait hal itu, Kemnaker belum menerima adanya laporan dari para pekerja khususnya terkait masalah pesangon dan hak pekerja lainnya.

Staf Khusus Menaker Dita Indah Sari mengatakan saat ini belum menerima laporan dari pekerja startup terkait adanya masalah tunjangan pemutusan hubungab kerja (PHK) karyawan. 

"Ya kami sudah terinfo via media terkait PHK karyawan di perusahaan startup, namun belum ada pekerja start up yang melapor ke Kemnaker soal pesangon dan hak-haknya," ujarnya kepada MNC portal, Jumat (27/5/2022). 

Terkait PHK yang dilakukan perusahaan startup kepada karyawannya, Dita mengatakan saat ini Kemnaker tidak bisa melakukan langkah-langkah terkait hal tersebut.

"Belum ada laporan, jadi Kemnaker tidak bisa melakukan berbagai langkah terkait menyelesaikan masalah tersebut," katanya. .

Dita menjelaskan  jika ada laporan terkait masalah  tidak diberikannya pesangon atau hak hak pekerja, maka Kemnaker akan memediasi antar kedua belah pihak. 

"Jika ada maka teman- teman pekerja yang melapor secara resmi maka akan kami verifikasi laporannya. Lalu pihak pengusaha kami panggil untuk klarifikasi. Jika memang dibutuhkan maka akan kami mediasi dengan  mediator- mediator  kami di Kemnaker," pungkasnya. 

Seprti diketahui, baru-baru ini perusahaan rintisan atau startup LinkAja dan Zenius melakuan pemutusan hubungan kerja kepada karyawannya. 

Sebelumnya perusahaan edutech Zenius terpaksa melakukan PHK terhadap lebih dari 200 karyawannya lantaran perusahaan sedang mengalami kondisi makro ekonomi terburuk dalam beberapa dekade terakhir

Sementara perusahaan Link Aja melakukan PHK lantaran perusahaan ingin melakukan reorganisasi Sumber Daya Manusia. Pihak perusahaan Link Aja tidak menyebutkan berapa jumlah karyawan yang di PHK. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD