Untuk membantu peternak menekan biaya produksi, pemerintah, kata Ketut menyalurkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan melalui Perum Bulog. Dalam program tersebut, harga jagung ditetapkan Rp5.000 per kilogram di gudang Bulog dan maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak.
Hingga 17 Mei 2026, Bulog telah menyalurkan 5,97 ribu ton jagung pakan, dengan distribusi terbesar di Jawa Timur sebesar 4,39 ribu ton. Secara nasional, target penyaluran SPHP jagung mencapai 213,2 ribu ton.
Pemerintah juga menggandeng Badan Gizi Nasional untuk menyerap langsung telur ayam dari peternak agar harga tidak terus merosot.
Sementara itu, stok cadangan jagung pemerintah per 18 Mei 2026, tercatat sebesar 234 ribu ton. Sejak awal tahun hingga pertengahan Mei 2026, Bulog telah menyerap 194,2 ribu ton jagung produksi dalam negeri.
(Dhera Arizona)