Sementara itu, realisasi Belanja Barang dan Belanja Modal tercatat 63,64 persen dan 51,74 persen, dipengaruhi antara lain oleh berakhirnya kegiatan Pemilu 2024 serta kebijakan efisiensi anggaran. Belanja Bansos mencapai 90,26 persen, utamanya untuk Bantuan PIP/KIP Kuliah yang dialokasikan pada Kementerian Agama.
Penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) tumbuh 2,83 persen, dengan total penyaluran Rp17,63 triliun atau 92,61 persen dari target nasional 92,10 persen. Jenis TKD seperti Dana Bagi Hasil dan DAK Non-fisik mencatat pertumbuhan positif, sedangkan DAU, DAK Fisik, Dana Desa, dan Insentif Fiskal mengalami kontraksi karena turunnya pagu anggaran, adanya kegiatan DAK Fisik yang tidak dilaksanakan, serta evaluasi dana desa non-earmark.
Terkait hibah, total pendapatan hibah hingga 30 November 2025 mencapai 68 hibah dengan nilai Rp390,40 miliar, digunakan untuk mendukung program Kementerian Agama, Kejaksaan Agung RI, dan POLRI.
Sementara itu, kinerja APBD Banten mencatat pertumbuhan pendapatan daerah 3,72 persen, meski belanja daerah mengalami kontraksi 0,77 persen. Penyaluran TKD ke Provinsi Banten tercatat Rp17,63 triliun, atau 48,94 persen dari total pendapatan daerah Banten.
(Shifa Nurhaliza Putri)