AALI
10100
ABBA
418
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1410
ACST
268
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1125
ADMF
7925
ADMG
234
ADRO
1745
AGAR
350
AGII
1570
AGRO
2000
AGRO-R
0
AGRS
226
AHAP
64
AIMS
515
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
945
AKRA
4690
AKSI
458
ALDO
735
ALKA
248
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
510.76
-1.06%
-5.46
IHSG
6625.70
-0.27%
-18.04
LQ45
961.32
-0.98%
-9.47
HSI
26132.03
0.02%
+5.10
N225
28600.41
-0.71%
-204.44
NYSE
0.00
-100%
-17083.15
Kurs
HKD/IDR 1,820
USD/IDR 14,160
Emas
819,389 / gram

Kinerja Industri Asuransi Positif, Kantongi Pendapatan Rp62,66 Triliun di Kuartal I-2021

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Selasa, 08 Juni 2021 17:22 WIB
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pertumbuhan positif pada kuartal I/2021.
MNC Media

IDXChannel - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pertumbuhan positif pada kuartal I/2021. Kinerja industri asuransi jiwa di Indonesia menunjukkan tren positif di mana adanya kenaikan pada pendapatan asuransi, premi bisnis baru dan hasil investasi.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, industri asuransi jiwa mencatatkan pendapatan positif sebesar Rp62,66 triliun pada kuartal I/2021. Jumlah ini meningkat 13.591,6% dibandingkan kuartal I/2020 yang minus Rp0,46 triliun.

"Kami merasa senang karena kinerja industri asuransi jiwa di kuartal I/2021 ini mengalami perbaikan di tengah tantangan yang kita ketahui bersama yang disebabkan pandemi Covid-19. Jika sebelumnya mencatatkan perlambatan, maka kali ini tanda rebound mulai terlihat di kuartal I/2021," ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (8/6/2021).

Dia melanjutkan, perbaikan kinerja di kuartal I/2021 ini juga ditunjukkan dengan adanya perbaikan positif pada laporan pendapatan usaha 54 perusahaan asuransi jiwa dari total 59 anggota yang tergabung dalam AAJI.

Peningkatan kinerja pada kuartal I/2021 juga didorong oleh membaiknya ekonomi makro, peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya proteksi asuransi jiwa, program vaksinasi Covid-19 oleh pemerintah, dan strategi industri asuransi jiwa sepanjang tahun ini.

"Mulai naiknya aktivitas dari masyarakat dan dunia bisnis terlihat dari meningkatnya pendapatan industri asuransi jiwa. Masifnya kenaikan premi dari bisnis baru dan positifnya hasil investasi di kuartal I tahun ini membuat lonjakan pendapatan yang cukup tajam," jelasnya.

AAJI menilai bahwa untuk menjaga konsistensi dalam industrinya, semua pihak perlu meningkatkan literasi dan tata kelola kebutuhan masyarakat atas asuransi jiwa.

Secara rinci, dari total pendapatan asuransi pada kuartal I/2021 sebesar Rp62,66 triliun terdiri dari pendapatan premi sebesar Rp57,45 triliun, hasil investasi Rp2,44 triliun, klaim asuransi Rp1,55 triliun, dan pendapatan lainnya mencapai Rp1,21 triliun. 

(IND) 

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD