AALI
7950
ABBA
600
ABDA
0
ABMM
1240
ACES
1320
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2410
ADHI
685
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1335
AGAR
398
AGII
1790
AGRO
2500
AGRO-R
0
AGRS
264
AHAP
59
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
650
AKRA
3600
AKSI
422
ALDO
635
ALKA
226
ALMI
270
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/07/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
438.19
-1.28%
-5.68
IHSG
6070.04
-0.83%
-50.69
LQ45
823.04
-1.17%
-9.71
HSI
25961.03
-1.35%
-354.29
N225
27283.59
-1.8%
-498.83
NYSE
16697.14
0.75%
+123.58
Kurs
HKD/IDR 1,858
USD/IDR 14,460
Emas
850,320 / gram

Kinerja Industri Asuransi Positif, Kantongi Pendapatan Rp62,66 Triliun di Kuartal I-2021

ECONOMICS
Oktiani/Koran Sindo
Selasa, 08 Juni 2021 17:22 WIB
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pertumbuhan positif pada kuartal I/2021.
MNC Media

IDXChannel - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pertumbuhan positif pada kuartal I/2021. Kinerja industri asuransi jiwa di Indonesia menunjukkan tren positif di mana adanya kenaikan pada pendapatan asuransi, premi bisnis baru dan hasil investasi.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, industri asuransi jiwa mencatatkan pendapatan positif sebesar Rp62,66 triliun pada kuartal I/2021. Jumlah ini meningkat 13.591,6% dibandingkan kuartal I/2020 yang minus Rp0,46 triliun.

"Kami merasa senang karena kinerja industri asuransi jiwa di kuartal I/2021 ini mengalami perbaikan di tengah tantangan yang kita ketahui bersama yang disebabkan pandemi Covid-19. Jika sebelumnya mencatatkan perlambatan, maka kali ini tanda rebound mulai terlihat di kuartal I/2021," ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (8/6/2021).

Dia melanjutkan, perbaikan kinerja di kuartal I/2021 ini juga ditunjukkan dengan adanya perbaikan positif pada laporan pendapatan usaha 54 perusahaan asuransi jiwa dari total 59 anggota yang tergabung dalam AAJI.

Peningkatan kinerja pada kuartal I/2021 juga didorong oleh membaiknya ekonomi makro, peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya proteksi asuransi jiwa, program vaksinasi Covid-19 oleh pemerintah, dan strategi industri asuransi jiwa sepanjang tahun ini.

"Mulai naiknya aktivitas dari masyarakat dan dunia bisnis terlihat dari meningkatnya pendapatan industri asuransi jiwa. Masifnya kenaikan premi dari bisnis baru dan positifnya hasil investasi di kuartal I tahun ini membuat lonjakan pendapatan yang cukup tajam," jelasnya.

AAJI menilai bahwa untuk menjaga konsistensi dalam industrinya, semua pihak perlu meningkatkan literasi dan tata kelola kebutuhan masyarakat atas asuransi jiwa.

Secara rinci, dari total pendapatan asuransi pada kuartal I/2021 sebesar Rp62,66 triliun terdiri dari pendapatan premi sebesar Rp57,45 triliun, hasil investasi Rp2,44 triliun, klaim asuransi Rp1,55 triliun, dan pendapatan lainnya mencapai Rp1,21 triliun. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD