AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Cek 21 Perusahaan Siap IPO, BEI: Belum Ada BUMN

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Selasa, 08 Juni 2021 17:12 WIB
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi puluhan nama perusahaan yang berencana melakukan Initial Public Offering (IPO).
Cek 21 Perusahaan Siap IPO, BEI: Belum Ada BUMN. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi puluhan nama perusahaan yang berencana melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran perdana umum saham. Per 8 Juni 2021, terdapat setidaknya 21 perusahaan yang telah melakukan pendaftaran pencatatan saham.

“Saat ini terdapat 21 perusahaan yang telah melakukan pendaftaran pencatatan saham yang saat ini sedang dievaluasi oleh Bursa,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna kepada media, Selasa (8/6/2021).

Namun, Nyoman menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada perusahan BUMN yang mencatatkan perusahaannya.

“Belum ada BUMN atau anak perusahaan BUMN dalam pipeline,” jelasnya.

Adapun rincian perusahaan yang telah melakukan pendaftaran pencatatan saham berdasarkan klasifikasi aset perusahaan dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, yakni 3 Perusahaan aset skala kecil (aset dibawah Rp50 Miliar), 8 Perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp50 Miliar s.d. Rp250 Miliar), dan 10 Perusahaan aset skala besar (aset diatas Rp250 Miliar).

“Untuk rincian sektornya yakni 2 perusahaan dari sektor Basic Materials, 3 perusahaan dari sektor Industrials, 1 perusahaan dari sektor Transportation & Logistics, 3 Perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals,2 Perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals, dan 2 Perusahaan dari sektor Properties & Real Estate,” tegasnya.

Selain itu juga terdapat 2 Perusahaan dari sektor teknologi, 1 perusahaan dari sektor healthcare, 3 perusahaan dari sektor energi, 1 perusahaan dari sektor financials, dan 1 Perusahaan masih dalam proses evaluasi BEI. 

(IND) 

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD