Lebih jauh, Meutya mengatakan uji coba keandalan bansos digital sebelumnya juga telah dilakukan di Sleman, di mana menurutnya masyarakat menunjukkan antusiasme yang luar biasa terhadap program bantuan tersebut.
Meski demikian, Meutya mengakui penerapan sistem secara nasional tidak dapat langsung berjalan sempurna. Pemerintah telah menyiapkan mekanisme sanggah untuk mengakomodasi apabila terdapat kesalahan dalam data penerima bansos.
"Secara sistem, mekanisme sanggah juga sudah siap untuk kemudian data selalu diperbaiki. Mudah-mudahan Oktober data sudah bisa jauh lebih siap, sistem infrastruktur sudah lebih siap, dan masyarakat juga sudah bisa lebih siap juga untuk melakukan perbaikan-perbaikan data," tuturnya.
Sebagaimana diketahui, digitalisasi bansos terus dikebut pemerintah. Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) sekaligus Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan proses perampungan akan mencapai 80 persen pada Oktober 2026 mendatang.
Luhut mengatakan pemerintah telah merancang peluncuran atau roll out digitalisasi bansos pada pekan ketiga Oktober. Ia pun berharap sebagian besar proses telah rampung saat program tersebut diluncurkan.