IDXChannel - Konflik yang tengah berlangsung di Iran dinilai berpotensi mempercepat tekanan terhadap perekonomian Indonesia melalui berbagai jalur eksternal, mulai dari kenaikan harga energi, gangguan rantai pasok global, hingga pelemahan nilai tukar rupiah.
Managing Director Political Economy and Policy Studies, Anthony Budiawan, mengatakan kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah dapat menjadi katalis yang memperburuk tekanan ekonomi yang saat ini sudah dihadapi Indonesia.
"Konflik Iran bisa menjadi katalis yang berpotensi mempercepat tekanan yang sudah ada. Kenaikan harga minyak, gangguan rantai pasok global, dan pergeseran arus modal dari emerging market ke aset safe haven akan menciptakan tekanan simultan terhadap neraca eksternal Indonesia," katanya, Selasa (24/3/2026).
Menurut Anthony, pelemahan nilai tukar rupiah dalam situasi seperti ini bukanlah skenario yang berlebihan apabila melihat data historis yang pernah terjadi sebelumnya.
Ia menjelaskan, depresiasi rupiah sebesar 15 hingga 20 persen pernah berulang dalam berbagai periode tekanan global. Dengan posisi rupiah yang saat ini berada di kisaran Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS), pelemahan 20 persen berpotensi membawa kurs ke level sekitar Rp20.400 per dolar AS.