AALI
9925
ABBA
408
ABDA
6500
ABMM
1585
ACES
1270
ACST
240
ACST-R
0
ADES
3050
ADHI
1090
ADMF
7800
ADMG
195
ADRO
1900
AGAR
336
AGII
1440
AGRO
2240
AGRO-R
0
AGRS
190
AHAP
71
AIMS
450
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1015
AKRA
4280
AKSI
404
ALDO
910
ALKA
236
ALMI
250
ALTO
276
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.34
-0.03%
-0.16
IHSG
6620.57
0.27%
+18.00
LQ45
950.05
-0.01%
-0.12
HSI
24053.21
0.29%
+69.55
N225
28774.05
1.12%
+318.45
NYSE
16853.57
1.58%
+261.60
Kurs
HKD/IDR 1,846
USD/IDR 14,405
Emas
828,991 / gram

Konsumsi Listrik Naik 4,4 Persen, PLN Yakin Ekonomi RI Segera Pulih

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Rabu, 08 September 2021 20:20 WIB
PT PLN (Persero) berkeyakinan ekonomi nasional segera pulih, salah satu indikatornya dapat dilihat dari naiknya konsumsi listrik di semester I-2021.
Konsumsi Listrik Naik 4,4 Persen, PLN Yakin Ekonomi RI Segera Pulih (FOTO: MNC Media)
Konsumsi Listrik Naik 4,4 Persen, PLN Yakin Ekonomi RI Segera Pulih (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT PLN (Persero) berkeyakinan ekonomi nasional segera pulih, salah satu indikatornya dapat dilihat dari naiknya konsumsi listrik di semester I-2021.

PLN mencatat, periode Januari-Juli 2021, konsumsi listrik mencapai 146 Terra Watt hour (TWh), atau tumbuh 4,44 persen dari periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut pun dinilai menjadi indikasi pemulihan ekonomi pasca puncak pandemi Covid-19.
 
“Ini tentu menandakan Indonesia sudah mulai bangkit dari pandemi Covid-19, dan ekonomi sudah mulai berjalan,” ujar Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, Rabu (8/9/2021). 

Dia mencatat, pertumbuhan konsumsi listrik di sektor industri mencapai 9,93 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri di Indonesia sudah mulai bangkit kembali. Di sisi lain, sektor rumah tangga tumbuh sebesar 3,34 persen.

Berdasarkan data PLN, pertumbuhan konsumsi listrik sektor industri yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah besi dan baja sebesar 21 persen diikuti oleh otomotif sebesar 19,5 persen, tekstil sebesar 6,9 persen, plastik sebesar 5 persen dan makanan & minuman sebesar 3,7 persen.

“Untuk sektor bisnis hingga Juli, memang belum terlalu tumbuh signifikan. Meski begitu, sektor bisnis seperti mall, pusat perbelanjaan hingga sektor pariwisata mulai menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik,” katanya. 

Peningkatan konsumsi listrik juga terlihat dari meningkatnya beban puncak kelistrikan, khususnya pada sistem kelistrikan Jawa – Bali. 

Tercatat pada semester I-2021, beban puncak kelistrikan berada di atas 27 ribu megawatt (MW) dengan beban puncak tertinggi terjadi pada 8 Juni 2021 sebesar 27.335 MW. Sebelumnya pada 2020, beban puncak kelistrikan Jawa Bali hanya berada di angka 26 ribu MW.

Untuk meningkatkan penjualan listrik, PLN akan fokus pada strategi mendorong permintaan yang akan ditempuh melalui upaya intensifikasi dan ekstensifikasi.

Strategi intensifikasi dilakukan PLN melalui bundling dan promo untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, seperti promo tambah daya Super Merdeka Listrik yaitu pemberian harga spesial untuk Biaya Penyambungan (BP) pada Layanan Tambah Daya bagi Konsumen tegangan rendah 1 phasa daya 450 VA dan 900 VA di semua golongan tarif dengan pilihan daya akhir mulai daya 900 VA hingga daya 5.500 VA, dengan hanya membayar sebesar Rp 202.100,-.

Strategi intensifikasi juga dilakukan melalui penerapan gaya hidup dengan menggunakan peralatan berbasis listrik dalam kehidupan sehari-hari atau electrifying lifestyle, seperti mendorong ekosistem dan penggunaan satu juta kompor induksi serta kendaraan listrik berbasis baterai.

Di samping itu, strategi ekstensifikasi ditempuh PLN dengan melihat ceruk pasar yang masih potensial seperti electrifying agriculture dan electrifying marine untuk sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD